EL JOHN RADIO - Tourism, Business and Lifestyle Channel

EL JOHN RADIO - Tourism, Business and Lifestyle Channel

Preview Single "Nick Jonas" - Jealous


Nick Jonas

Sex sales, itu yang Nick Jonas akui saat mempromosikan musik untuk aksi solo karirnya di penghujung 2014 lalu. Kini ia berhasil menuai sukses untuk album studio “Nick Jonas” yang berpatokan pada pernyataannya itu, termasuk single ‘Jealous‘ yang dirilis sebagai single ke-2. Ditulis bersama Nolan Lambroza dan Simon Wilcox, sebenarnya evolusi musik Nick yang lebih penting daripada cara promosinya. Ia mengambil pengaruh dari Lionel Richie untuk kemudian membangun monumen pop bercorak R&B dan soul yang kokoh.

Untuk itu, tak ada keraguan kalau ‘Jealous’ akan lulus dari seleksi musik. Lagu ini melodius. Freakuensi setiap ketukan hingga jaraknya pun dibentuk secara detil guna mencirikan lagu. Maklum, akan banyak yang menyindir gelagat Nick disini yang mirip dengan MJ, JT, atau bahkan JB, sehingga ia harus berusaha keras untuk memberi bukti, bukan hanya janji, kalau ia berbeda.

Pendekatan keunikan itu pula yang kemudian membuahkan hasil sangat baik di segi komersil. Dibantu oleh selera umum yang sedang menikmati irama urban, lagu ini sangat terbantu untuk mengklaim suksesnya. Hingga saat ini, ‘Jealous’ adalah single tersukses yang Nick punya. Bukan cuma Nick, tapi dari usaha solo setiap personel Jonas Brothers, ini adalah yang terbaik. Sadly, ini juga pembenaran dari pernyataan Nick bahwa seks benar adanya menjual.

(Source : CreativeDisc.com)
Editor : E.A

Fantastic Guetta!


DAVID GUETTA




Sahabat Radio El John, menghibur orang dari club ke club dengan kemahiran meracik musik lewat instrument turntable bukanlah sesuatu yang memuaskan David Guetta semata. Niatannya untuk menghibur lebih banyak orang dengan lebih besar ketulusan mengalir saat melakoni perannya sebagai artis rekaman. 


Gak cuma itu, peran sebagai produser untuk musiknya pun diambilnya, sehingga menghasilkan sound yang secara nyata berakar dari rasa kesukaannya kepada musik dan keinginannya untuk menghibur orang dengan musiknya tersebut.

Terlahir sebagai seorang yang bernama Pierre David Guetta pada 7 November 1967 di Paris, Perancis. Kehidupan di negaranya yang sophisticated menjadi dasar pergerakan dalam musiknya. Pijakan pertamanya dalam bidang musik adalah di usia 17 tahun, saat menjadi DJ di Braod Club di Paris. Kurang lebih 3 tahun hanya nge-DJ dengan lagu-lagu orang hingga akhirnya dirinya punya lagu sendiri yang diputarnya untuk menghibur para pengunjung klub, sebuah lagu berjudul ‘Nation Rap’ yang berkolaborasi dengan rapper asal Perancis, Sidney Duteil. Karirnya menanjak di pertengahan dekade 90-an dengan tampil di lebih banyak club dan merilis lebih banyak single. Tak hanya itu, karena Guetta pun menjajal kemampuannya di bidang enterpreneurship dengan menjadi manajer nightclub Le Palace, tanpa meninggalkan pekerjaannya untuk club lain.

Tidak pernah cepat puas adalah slogannya. Terbukti, meskipun sudah memainkan lagu-lagu sendiri, bermain di berbagai club, dan bahkan memanajeri salah satu klub tersebut tidak lantas membuat Guetta terhenti untuk mimpi yang lebih besar. Di awal dekade 2000-an bersama rekannya, Joachim Garraud dibentuklah Gum Production. Saat satu hal tercapai, dirinya pun tak pernah meninggalkan hal yang sudah pernah diraihnya. Karena di saat yang sama, single ‘Just A Little More Love’ dirilis, menampilkan kolaborasinya dengan Chris Willis, penyanyi Amerika yang dikenalnya saat penyanyi tersebut liburan di Paris. Single yang dirilis via Virgin Records ini mendulang sukses, berikut album yang dikasih judul serupa. Nama David Guetta sebagai artis rekaman mulai dikenal. Dan dirinya dalam posisi siap lahir bathin untuk menjajal kesuksesan yang lebih besar lagi!

Fantastic Guetta! “F-–k Me I’m Famous” boleh jadi terkesan terlalu besar kepala, tapi itu memang benar adanya. Kepopulerannya semakin meradang kemana-mana. Album kompilasi yang diminati masyarakat di Perancis dan sebagian Eropa tersebut memiliki sebuah lagu yang berjudul ‘Just For One Day (Heroes)’ yang merupakan remix versinya untuk lagu lawas ‘Heroes’ milik David Bowie. Album keduanya “Guetta Bluster” dirilis di tahun 2004 dan nama semakin semarak, tidak hanya dari club ke club, tapi juga di chart musik.

Guetta membagi dekade 2000-an ke dalam 3 masa; masa peningkatan karir di Perancis, masa pengembangan karir ke Eropa, dan masa kemunculan merata secara global. Ini dimulai saat album ketiganya, “Pop Life” dirilis. Guetta sejenak mengondisikan musiknya ke ranah yang lebih mainstream untuk mendapatkan pendengar yang lebih banyak. Lihat saja hasilnya, Guetta menduduki puncak tangga lagu dance di Amerika lewat ‘Love Is Gone’, posisi 3 dalam daftar Top 100 DJs oleh DJ Magazine, dan memiliki acara radionya sendiri. Era keemasannya ini pun ditandai dengan kesuksesan global lewat album “One Love” yang hadir di akhir dekade, dengan single nomor 1 ‘When Love Takes Over’, menampilkan vokal dari Kelly Rowland.

Perkenalan Guetta ke musik internasional disambut baik. Tidak hanya single yang dirinya tampilkan, tapi juga single yang dirinya hadir sebagai produser musiknya. Ya, ‘I Gotta Feelin”, salah satu lagu terbaik grup Black Eyed Peas adalah hasil kerjanya. Lagu ini menjadi puncak kesuksesan Guetta sebagai seorang produser musik. Sambutan lainnya juga hadir dari penghargaan Grammy, dimana album “One Love” tercatat sebagai unggulan di kategori Best Electronic/Dance Album. Single-single lainnya berjaya! ‘Sexy B-tch’ bersama Akon menjuarai UK Singles Chart, ‘One Love’, ‘Memories’, dan ‘Gettin’ Over You’ yang masing-masing menampilkan Estelle, Kid Cudi, dan Chris Willis / Fergie / LMFAO juga mencicipi sukses di chart! Secara resmi, Guetta tidak hanya menguasai lantai dansa, tapi juga chart musik dunia!


Masih inget sama pernyataan sebelumnya, dimana Guetta tidak pernah merasa puas atas pencapaian yang ada dan selalu menginginkan lebih? Nah, ini yang terjadi saat Guetta bekerja bersama Rihanna dalam single ‘Who’s That Chick’. Lagu ini lebih dari sekedar sebuah single dari rilisan ulang “One Love”, karena single tersebut ditampilkan untuk produk cemilan. Saat tampil di single milik Flo Rida, ‘Club can’t Handle Me’, dirinya merambah ke dunia per-soundtrack-an, berhubung lagu tersebut menjadi soundtrack untuk film Step Up 3D.

So, kalau kamu merasa sudah puas pada apa yang Guetta bagi ke telinga kamu hingga saat ini, tunggu dulu. Karena masih ada “Nothing But The Beat” album nomor 1 di Eropa dan top 5 di Amerika yang kembali memunculkan nama Guetta ke puncak popularitasnya. Guetta memperluas kolaborasi dengan nama-nama famous dari berbagai genre; hip-hop (Flo Rida, Nicki Minaj, Ludacris, Lil Wayne, Snoop Dogg), R&B (Chris Brown, Usher, Timbaland, Jennifer Hudson), pop (Jessie J, Sia), dan juga dance (Dev, Afrojack). Kepuasan bisa didapat dari musik dalam album ini yang memenuhi dahaga akan musik club yang menghentak. Track per track di dalamnya dijamin mengantarkan kamu pada pengalaman clubbing kelas dunia. Album gila ini menawarkan monster hits yang hingga sekarang masih tetap terasa nikmatnya. ‘Without You’,'She Wolf’, dan tentunya ‘Titanium’.

Berusaha berpaling dari Guetta adalah kemustahilan. Maka dari itu, CreativeDisc dan Warner Music Indonesia menampilkan sang maestro di ajang Artist of the Month. Dengan album “Listen” yang benar-benar memaksa kita untuk tetap berpihak pada musik dance kreasinya, Guetta tetap memancarkan pesona keberanian dalam album ini. Ia sudah mencetak ‘Shot Me Down’ sebagai gebrakan awal dari album ini. Keunikan tingkat tinggi menjadikan lagu dengan vokal Skylar Grey ini sungguh one of a kind. Lantas, kolaborasi lainnya dengan Emeli Sande, Ms. Dynamite, Avicii, John Legend, Nicki Minaj, dan tak ketinggalan, Sia, akan mencipratkan warna-warni indah di telinga pendengar. Album ini benar adanya berbahaya, seperti ‘Dangerous’ yang sudah mulai menusukkan racunnya. Mari ikut serta dalam gegap gempita musik dari Guetta, dan jadikan awal 2015 ini penuh warna.


(Source : CreativeDisc.com)
Editor : E.A