EL JOHN RADIO - Tourism, Business and Lifestyle Channel

EL JOHN RADIO - Tourism, Business and Lifestyle Channel

Waroeng Bueka buka cabang di Kantin Kite

Sahabat pendengar El John, kini Anda tidak susah lagi mencari menu spesial masakan khas bangka ataupun seafood, karena sudah ada Waroeng Bueka. Dari beberapa tempat makan yang ada di Pangkal Pinang, Waroeng Bueka bisa menjadi pilihan Anda berwisata kuliner. Dengan menu - menu spesial khas Bangka, seperti lempah kuning, lempah darat, rusip dan lalapan. Aneka seafood, soup sumsum sedot, soup iga dan aneka nasi goreng.
Edai, pemilik Waroeng Bueka yang berada di Lapangan bola SMADA Pangkal Pinang, saat dijumpai EL JOHN FM hari Senin (18/08) lalu, mengatakan bahwa usaha kuliner yang dijalaninya ini sangat mendapatkan respons yang positif dari para penikmat kuliner khas bangka. Dan berpromosi atau beriklan adalah kunci keberhasilan sebuah usaha, demikian katanya. Promosi yang dilakukannya melalui iklan di koran, radio dan bahkan melalui BBM (BlackBerry Messanger) mendapatkan respons yang baik dan antusias yang bagus dari masyarakat.
Cabang Waroeng Bueka di  Kantin Kite
Dan untuk mendapatkan konsumen yang lebih luas dan menjangkau masyarakat daerah perkotaan, Waroeng Bueka membuka cabang di Kantin Kite, hari Rabu (20/08) lalu. Tentunya dengan menghadirkan menu - menu yang spesial seperti Soup Sumsum sedot, Aneka masakan iga, Aneka masakan Seafood,  Aneka sayuran tumis, dan menu spesialnya yang lain. Penasaran ingin mencoba? atau mau pesan antar atau catering, bisa hubungi HP 0823 8036 7823 atau 0811 717 3709 gratis biaya antar loh.

Tunggu apalagi, silakan kunjungi Waroeng Bueka di Lapangan Bola SMADA, depan SPBU Air Itam Pangkal Pinang atau datang ke cabangnya di Kantin Kite.(E.A)

Siap jadi orang tua? Biaya urus anak zaman sekarang Rp 2,5 M..!


Sahabat pendengar El John, dikutip dari CNN Kamis (21/8/2014) ini, bagi Anda yang sedang menanti kehadiran anak dan segera jadi orang tua, siap-siap saja untuk mengeluarkan uang sebesar Rp 2,5 miliar untuk mengurus anak dari lahir hingga masuk kuliah.

Hal tersebut diketahui dari hasil survei yang dilakukan Departemen Pertanian Amerika Serikat (AS) . Biaya yang dibutuhkan untuk mengurus anak yang lahir tahun lalu sampai berumur 18 tahun nanti adalah US$ 245.000 atau sekitar Rp 2,5 miliar dan ini belum termasuk biaya kuliah.

Estimasi biaya ini naik sekitar 2% dibandingkan perhitungan tahun lalu. Estimasi ini tergantung dari wilayah tempat tinggal dan gaya hidup sehari-sehari.

Bagi keluarga menengah ke atas estimasi biayanya menjadi lebih tinggi lagi, mencapai sekitar US$ 455.000 (Rp 4,5 miliar) untuk mengurus anak dari lahir sampai berumur 18 tahun. Sementara keluarga menengah ke bawah 'hanya' butuh US$ 145.500 (Rp 1,4 miliar).

Penghitungan survei dilakukan terhadap biaya sehari-hari, ongkos transportasi, pakaian, biaya kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Sayangnya, survei ini tidak menghitung biaya masuk kuliah yang sebenarnya tiap tahun naik tinggi.

Survei ini menunjukkan bahwa sebagai penanggung jawab, orang tua harus berusaha lebih keras lagi supaya kehidupan si anak terjamin dengan baik.

Biaya terbesar dalam survei ini ternyata biaya sewa pembantu atau ongkos penitipan anak. Biaya pembantu ini diperkirakan bisa setara dengan harga rumah. Naiknya tarif transportasi dan harga makanan juga membuat biaya mengurus anak menjadi bengkak.